Rahasia Diterima Kerja 728x90

Selasa, 24 November 2015

Asmaul Husna: Daftar, Tulisan, dan Arti

Asmaul Husna dan artinya
Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik milik Allah SWT. Secara harfiyah, pengertian Asmaul Husna adalah "nama-nama yang baik". Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, gelar, sebutan, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah lagi baik.

Istilah Asmaul Husna (????? ???? ??????) juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)" (Q.S. Thaha:8).

Umat Islam dianjurkan berdoa kepada Allah sambil menyebut Asmaul Husna. Misalnya, saat seorang Muslim memohon ampunan-Nya, maka ia berdoa mohon ampun sambil menyebut "Al-Ghoffaar" (Yang Maha Pengampun) dan seterusnya.

"Katakanlah (olehmu Muhammad): Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa'ul husna (nama-nama yang terbaik)..." (Q.S Al-Israa': 110).

????????? ???????????? ?????????? ?????????? ?????

"Allah memiliki Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu..." (QS. Al-A'raaf : 180).

Jumlah Asmaul Husna adalah  99 nama, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, diperkuat dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata Nabi Muhammad Saw bersabda:  

???? ??????? ???????? ??????????? ?????? ??????? ?????? ???????? ???? ?????????? ?????? ??????????

"Sesungguhnya Allah Swt mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam surga" (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Baihaqy). 

Daftar dan Makna Asmaul Husna
Ke-99 Asmaul Husna atau Nama-Nama yang Baik itu adalah sebagai berikut:

No.NamaArabIndonesia
Allah????Allah
1Ar Rahman??????Yang Maha Pengasih
2Ar Rahiim??????Yang Maha Penyayang
3Al Malik?????Yang Maha Merajai/Memerintah
4Al Quddus??????Yang Maha Suci
5As Salaam??????Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6Al Mu`min??????Yang Maha Memberi Keamanan
7Al Muhaimin???????Yang Maha Pemelihara
8Al `Aziiz??????Yang Maha Perkasa
9Al Jabbar??????Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10Al Mutakabbir???????Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11Al Khaliq??????Yang Maha Pencipta
12Al Baari`??????Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13Al Mushawwir??????Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
14Al Ghaffaar??????Yang Maha Pengampun
15Al Qahhaar??????Yang Maha Memaksa
16Al Wahhaab??????Yang Maha Pemberi Karunia
17Ar Razzaaq??????Yang Maha Pemberi Rezeki
18Al Fattaah??????Yang Maha Pembuka Rahmat
19Al `Aliim??????Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20Al Qaabidh??????Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
21Al Baasith??????Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
22Al Khaafidh??????Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
23Ar Raafi`??????Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
24Al Mu`izz?????Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
25Al Mudzil?????Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
26Al Samii`??????Yang Maha Mendengar
27Al Bashiir??????Yang Maha Melihat
28Al Hakam?????Yang Maha Menetapkan
29Al `Adl?????Yang Maha Adil
30Al Lathiif??????Yang Maha Lembut
31Al Khabiir??????Yang Maha Mengenal
32Al Haliim??????Yang Maha Penyantun
33Al `Azhiim??????Yang Maha Agung
34Al Ghafuur??????Yang Maha Pengampun
35As Syakuur??????Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36Al `Aliy?????Yang Maha Tinggi
37Al Kabiir??????Yang Maha Besar
38Al Hafizh??????Yang Maha Memelihara
39Al Muqiit??????Yang Maha Pemberi Kecukupan
40Al Hasiib??????Yang Maha Membuat Perhitungan
41Al Jaliil??????Yang Maha Mulia
42Al Kariim??????Yang Maha Mulia
43Ar Raqiib??????Yang Maha Mengawasi
44Al Mujiib??????Yang Maha Mengabulkan
45Al Waasi`??????Yang Maha Luas
46Al Hakiim??????Yang Maha Maka Bijaksana
47Al Waduud??????Yang Maha Mengasihi
48Al Majiid??????Yang Maha Mulia
49Al Baa`its??????Yang Maha Membangkitkan
50As Syahiid??????Yang Maha Menyaksikan
51Al Haqq????Yang Maha Benar
52Al Wakiil??????Yang Maha Memelihara
53Al Qawiyyu?????Yang Maha Kuat
54Al Matiin??????Yang Maha Kokoh
55Al Waliyy?????Yang Maha Melindungi
56Al Hamiid??????Yang Maha Terpuji
57Al Muhshii??????Yang Maha Mengkalkulasi
58Al Mubdi`??????Yang Maha Memulai
59Al Mu`iid??????Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60Al Muhyii??????Yang Maha Menghidupkan
61Al Mumiitu??????Yang Maha Mematikan
62Al Hayyu????Yang Maha Hidup
63Al Qayyuum??????Yang Maha Mandiri
64Al Waajid??????Yang Maha Penemu
65Al Maajid??????Yang Maha Mulia
66Al Wahiid??????Yang Maha Tunggal
67Al Ahad?????Yang Maha Esa
68As Shamad?????Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69Al Qaadir??????Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70Al Muqtadir???????Yang Maha Berkuasa
71Al Muqaddim??????Yang Maha Mendahulukan
72Al Mu`akkhir??????Yang Maha Mengakhirkan
73Al Awwal?????Yang Maha Awal
74Al Aakhir?????Yang Maha Akhir
75Az Zhaahir??????Yang Maha Nyata
76Al Baathin??????Yang Maha Ghaib
77Al Waali??????Yang Maha Memerintah
78Al Muta`aalii????????Yang Maha Tinggi
79Al Barri????Yang Maha Penderma
80At Tawwaab??????Yang Maha Penerima Tobat
81Al Muntaqim???????Yang Maha Pemberi Balasan
82Al Afuww?????Yang Maha Pemaaf
83Ar Ra`uuf??????Yang Maha Pengasuh
84Malikul Mulk???? ?????Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85Dzul Jalaali Wal Ikraam?? ?????? ? ???????Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86Al Muqsith??????Yang Maha Pemberi Keadilan
87Al Jamii`??????Yang Maha Mengumpulkan
88Al Ghaniyy?????Yang Maha Kaya
89Al Mughnii??????Yang Maha Pemberi Kekayaan
90Al Maani??????Yang Maha Mencegah
91Ad Dhaar?????Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92An Nafii`??????Yang Maha Memberi Manfaat
93An Nuur?????Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94Al Haadii??????Yang Maha Pemberi Petunjuk
95Al Baadii??????Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96Al Baaqii??????Yang Maha Kekal
97Al Waarits??????Yang Maha Pewaris
98Ar Rasyiid??????Yang Maha Pandai
99As Shabuur??????Yang Maha Sabar

Ada kepercayaan di sebagian kalangan tentang keutamaan (fadhilah) satu per satu nama-nama tersebut. Itu hanya karangan, tidak ada dalilnya, bahkan cenderung menjadi hal bid'ah (mengada-ada). Umat Islam diharuskan mengenali dan memahami sebagai bagian dari penguatan keimanan kepada Allah SWT, dan sering menyebutnya dalam doa. 

VIDEO ASMAUL HUSNA
  
  

Asmaul Husna Tambahan (Versi Lain)
Selain 99 Nama Asmaul Husna di atas, terdapat versi tambahan. Jumlah 99 adalah yang paling masyhur berdasarkan hadis shahih:

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama. Barangsiapa menghafal seluruhannya maka dia masuk surga" (HR Bukhari).

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, barangsiapa memeliharanya dia masuk syurga" (HR. Turmudzi dari Abu Hurairah).

Selain kedua riwayat di atas, Ibnu Majah meriwayatkan jumlah Asmaul-Husna sampai 114 nama. Al-Qurtubhy menyebutkan 117 nama. Imam Thabrani bahkan meriwayatkan Asmaul Husna sampai 130 nama.

Berikut ini nama-nama Asmaul Husna tambahan dari 99 nama di atas.

Tambahan Asma-Ul-Husna Menurut Versi Thabrani
1. ar-Raab = Maha Memelihara
2. al-Ilah = Tuhan
3. al-Hanan = Maha Kasih
4. al-Manan = Maha Pemberi Anugerah
5. al-Bari� = Maha Menjadikan
6. al-Qaimul Fard = Maha Berdiri Sendiri
7. al-Qadir = Maha Menentukan
8. al-Farad = Maha Sendiri
9. al-Mughits = Maha Membantu
10. ad-Da�im = Maha Kekal
11. al-Hamid = Maha Terpuji
12. al-Jamil = Maha Indah
13. as-Shadiq = Maha Benar
14. al-Muwalli = Maha Memimpin
15. an-Nashir = Maha Penolong
16. al-Qadim = Maha Dahulu
17. al-Witru = Maha Esa
18. al-Fathir = Maha Pencipta
19. al-Allam = Maha Mengetahui
20. al-Malik = Maha Raja
21. al-Ikram = Maha Mulia
22. al-Mudabbir = Maha Mengatur
23. al-Maalik = Maha Memiliki
24. as-Syakur = Maha Mensyukuri
25. ar-Rafi� = Maha Tinggi
26. Zul Thawil = Maha Mempunyai Kekuasaan
27. Zul Ma�arij = Maha Mempunyai Jenjang/ tahapan
28. Zul Fadhlil = Khalaq Maha Mempunyai Kelebihan Makhluk
29. al-Mun�im = Maha Pemberi Nikmat
30. al-Mutafadhal = Maha Utama
31. as-Sari� = Maha Cepat

Tambahan Asma-Ul-Husna versi Ibnu Hazmi 

1. al-Khafi = Maha Tersembunyi
2. al-Ghallab = Maha Menang
3. al-Musta�an = Maha Penolong

Tambahan Asma-Ul-Husna versi Ibnu Majah Dari Al-Araj 
1. al-Bari� = Maha Pemelihara
2. al-Rasyid = Maha Cendikiawan
3. al-Burhan = Maha Pembukti
4. as-Syadid = Maha Keras
5. al-Waqi = Maha Pemelihara
6. al-Qaim = Maha Berdidi
7. al-Hafiz = Maha Menjaga
8. an-Nazhir = Maha Melihat
9. as-Sami� = Maha Mendengar
10. al-Mu�thi = Maha Pemberi
11. al-Abad = Maha Abadi
12. al-Munir = Maha Menerangi
13. at-Taam = Maha Sempurna
14. al-Qadim = Maha Kekal
15. al-Witru = Maha Esa


Semoga kita dapat menghafal dan memahami arti Asmaul Husna, berdoa & berdzikir dengan nama-nama itu, dan Asmaul Husna kian menguatkan iman dan takwa kita. Amin...! Wallahu a'lam bish-shawabi. (http://www.risalahislam.com, dari berbagai sumber shahih).*

Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin (Bukan Hadits)

Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin (Bukan Hadits)
BANYAK sekali ustadz, penceramah, atau khotib Jumat yang menyampaikan hadits yang artinya "Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka... dst." Namun, jarang sekali yang membahas keshahihan hadits ini atau apakah ini benar-benar hadits?

Terjemahan hadits selangkapnya:
�Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.�
Kebanyakan khatib atau penceramah tidak menyebutkan derajat hadits ini. Berikut ini hasil kajian Dakwah Sunnah yang meneliti beberapa riwayat dari hadits ini.

1. Abu Nu�aim Al Ashbahani meriwayatkan di dalam kitab Hilyatul Auliya dari jalan Ibrahim bin Adham, dia berkata: telah sampai kabar kepadaku bahwa Al Hasan Al Bashri bermimpi bertemu Nabi ??? ???? ???? ???? . Dia berkata: �Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat.� Lalu Rasulullah menyebutkan hadits yang mirip dengan hadits di atas.

Sanad hadits ini lemah karena sanad antara Ibrahim bin Adham dan Al Hasan Al Bashri terputus karena Ibrahim menggunakan lafazh �telah sampai kabar kepadaku� (balaghani). Bentuk kalimat seperti ini tidak memberi faidah ittishal (bersambung sanad) sampai diketahui siapa yang mengabarkan kisah ini kepada Ibrahim.

2. Diriwayatkan di dalam kitab Musnad Al Firdaus, dari jalan Muhammad bin Sauqah dari Al Harist bin Abdillah Al A�war dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu �anhu secara marfu� (sampai kepada Rasulullah  ??? ???? ???? ???? ).

Sanad riwayat ini sangat lemah karena Al Harits bin Abdillah Al A�war adalah seorang pendusta.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ad Dailami sebagaimana disebutkan oleh As Sakhawi di dalam kitabnya Al Maqashidul Hasanah. Di sana beliau juga menerangkan tentang kelemahan hadits riwayat Ali bin Abi Thalib ini.

3. Abu Bakar Al Qurasyi meriwayatkan di dalam kitab Al Manamat Al Hasan bin Musa Al Khurasani dari seorang syekh dari Bani Sulaim, dia berkata: �Saya bermimpi bertemu Rasulullah. Lalu saya berkata: �Wahai Rasulullah bagaimana kabar anda?� Nabi menjawab: �Saya akan memberimu sebuah hadits.� Saya katakan: �Sampaikanlah hadits itu kepada saya.� Lalu Nabi menyampaikan hadits di atas.

Sanad hadits ini lemah karena identitas syekh Bani Sulaim itu tidak diketahui (majhul) sehingga tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.

4. Hadits ini juga disebutkan oleh Al Ghazali di Ihya �Ulumuddin dari Abdul Aziz bin Rawwad. Dia berkata: �Saya bermimpi bertemu Rasulullah. Saya berkata: �Wahai Rasulullah, berilah wasiat kepadaku.�

Al Hafizh Al �Iraqi di dalam takhrijnya terhadap Ihya �Ulumuddin berkata: �Saya tidak mengetahui hadits ini kecuali dari kisah mimpinya Abdul Aziz bin Rawwad, � dst � Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam kitab Az Zuhd.

Dari beberapa jalan riwayat hadits tersebut, tampak bagi kita akan kelemahan sanad-sanad hadits ini.

Selain itu, kisah-kisah ini merupakan mimpi tidur, bukan berupa hadits yang diucapkan langsung oleh Nabi saat beliau masih hidup. Oleh karena itu, tidak boleh dikatakan ucapan di atas sebagai sebuah hadits. Wallahu a'lam bish-shawab.*

sumber : http://www.risalahislam.com/2013/12/barangsiapa-yang-hari-ini-lebih-baik.html

Apa itu Salafi? Pengertian Salafi yang Sebenarnya

pengertian salafi
Salafi (Salaf, Salafiyah, Salafiyun) adalah sebutan bagi generasi pertama kaum Muslim, yakni para sahabat Nabi Muhammad Saw. Gerasi awal umat Islam ini dalam Al-Quran disebut "Assabiqunal Awwalun", yakni orang-orang yang paling awal berlomba-lomba dalam beriman-Islam.

�Orang�orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah � (QS. At Taubah 100)

Namun, entah kenapa Kamus Bahasa Indonesia mengartikan SALAF sebagai "sifat angkuh, sombong, dsb (pada seseorang atau golongan). KBBI menyebutkan makna kedua Salaf adalah "sesuatu atau orang yang terdahulu".

KBBI juga menyebutkan arti "salaf saleh" sebagai "ulama-ulama terdahulu yang saleh" dan "ulama salaf" sebagai (1) para ahli ilmu agama mulai dari para sahabat Nabi Muhammad Saw. sampai ke pengikut terdekat sesudahnya; (2) ulama yang mendasarkan pandangannya pada paham kemurnian ortodoks.

Pengertian Salaf yang Sebenarnya

Pengertian Salaf yang sebenarnya adalah orang-orang terdahulu, yakni generasi awal kaum Muslim pada masa sahabat dan dua generasi sesudahnya yang mengikuti cara hidup Islami mereka (tabi'in dan tabi'it ta'bi'in).

Salaf menurut para ulama adalah sahabat, tabi�in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dantabi�ut tabi�in (orang-orang yang mengikuti tabi�in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengansalafush shalih (orang-orang terdahulu yang shalih).

Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

�Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.� (HR. Ahmad, Ibnu Abi �Ashim, Bukhari dan Tirmidzi).

Kata Salafi berasal dari bahasa Arab, Salafa Yaslufu Salfan yang artinya "telah berlalu". Dari arti tersebut kita dapati kalimat Al-Qoum As-Sallaaf yaitu orang-orang yang terdahulu.

Salafi Generasi Terbaik Islam

Salafi, dengan demikian, adalah tiga generasi terbaik umat Muslim dan memberikan contoh bagaimana seharusnya Islam dilaksanakan dalam kehidupan.

Para sahabat digelar �khairu ummah�, sebaik-baik manusia. Mereka paling paham agama dan paling baik amalannya.

Salaf atau kelompok Salafi adalah mereka berkomitmen di atas Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.

Istilah Salafi juga biasa dialamatkan kepada Ahlus Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah.

Kelompok Salafi, pasca generasi awal kaum Muslim itu, tidaklah dibatasi atau ditujukan kepada jamaah organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dan sebagainya.

Belakangan ini istilah Salafi bermanka negatif, ketika dikaitkan dengan kelompok Muslim tertentu yang "tegas" dalam menegakkan ajaran Islam. Umat Islam harus mencermati penyimpangan pengertian salafi ini, mengingat berbagai cara dilakukan kalangan kafir dan munafik untuk menenggelamkan Islam sebagai jalan hidup (way of line).

Di sisi lain, umat Islam yang dijuluki kelompok Salafi, sebaiknya juga mempraktikkan ajaran Islam yang santun, lembut, menentramkan, dan menebar kedamaian --rahmatan lil 'alamin. Jangan sampai gara-gara perilaku salah segelintir orang, malah membuat citra Salaf/Salafi menjadi buruk. Padahal, salafi adalah teladan umat Islam sepanjang masa. Wallahu a'lam bish-showaab. 

sumber : (www.risalahislam.com).*