Rahasia Diterima Kerja 728x90

Selasa, 24 November 2015

Asmaul Husna: Daftar, Tulisan, dan Arti

Asmaul Husna dan artinya
Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik milik Allah SWT. Secara harfiyah, pengertian Asmaul Husna adalah "nama-nama yang baik". Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, gelar, sebutan, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah lagi baik.

Istilah Asmaul Husna (????? ???? ??????) juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)" (Q.S. Thaha:8).

Umat Islam dianjurkan berdoa kepada Allah sambil menyebut Asmaul Husna. Misalnya, saat seorang Muslim memohon ampunan-Nya, maka ia berdoa mohon ampun sambil menyebut "Al-Ghoffaar" (Yang Maha Pengampun) dan seterusnya.

"Katakanlah (olehmu Muhammad): Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa'ul husna (nama-nama yang terbaik)..." (Q.S Al-Israa': 110).

????????? ???????????? ?????????? ?????????? ?????

"Allah memiliki Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu..." (QS. Al-A'raaf : 180).

Jumlah Asmaul Husna adalah  99 nama, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, diperkuat dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata Nabi Muhammad Saw bersabda:  

???? ??????? ???????? ??????????? ?????? ??????? ?????? ???????? ???? ?????????? ?????? ??????????

"Sesungguhnya Allah Swt mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam surga" (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Baihaqy). 

Daftar dan Makna Asmaul Husna
Ke-99 Asmaul Husna atau Nama-Nama yang Baik itu adalah sebagai berikut:

No.NamaArabIndonesia
Allah????Allah
1Ar Rahman??????Yang Maha Pengasih
2Ar Rahiim??????Yang Maha Penyayang
3Al Malik?????Yang Maha Merajai/Memerintah
4Al Quddus??????Yang Maha Suci
5As Salaam??????Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6Al Mu`min??????Yang Maha Memberi Keamanan
7Al Muhaimin???????Yang Maha Pemelihara
8Al `Aziiz??????Yang Maha Perkasa
9Al Jabbar??????Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10Al Mutakabbir???????Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11Al Khaliq??????Yang Maha Pencipta
12Al Baari`??????Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13Al Mushawwir??????Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
14Al Ghaffaar??????Yang Maha Pengampun
15Al Qahhaar??????Yang Maha Memaksa
16Al Wahhaab??????Yang Maha Pemberi Karunia
17Ar Razzaaq??????Yang Maha Pemberi Rezeki
18Al Fattaah??????Yang Maha Pembuka Rahmat
19Al `Aliim??????Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20Al Qaabidh??????Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
21Al Baasith??????Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
22Al Khaafidh??????Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
23Ar Raafi`??????Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
24Al Mu`izz?????Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
25Al Mudzil?????Yang Maha Menghinakan (makhluk-Nya)
26Al Samii`??????Yang Maha Mendengar
27Al Bashiir??????Yang Maha Melihat
28Al Hakam?????Yang Maha Menetapkan
29Al `Adl?????Yang Maha Adil
30Al Lathiif??????Yang Maha Lembut
31Al Khabiir??????Yang Maha Mengenal
32Al Haliim??????Yang Maha Penyantun
33Al `Azhiim??????Yang Maha Agung
34Al Ghafuur??????Yang Maha Pengampun
35As Syakuur??????Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36Al `Aliy?????Yang Maha Tinggi
37Al Kabiir??????Yang Maha Besar
38Al Hafizh??????Yang Maha Memelihara
39Al Muqiit??????Yang Maha Pemberi Kecukupan
40Al Hasiib??????Yang Maha Membuat Perhitungan
41Al Jaliil??????Yang Maha Mulia
42Al Kariim??????Yang Maha Mulia
43Ar Raqiib??????Yang Maha Mengawasi
44Al Mujiib??????Yang Maha Mengabulkan
45Al Waasi`??????Yang Maha Luas
46Al Hakiim??????Yang Maha Maka Bijaksana
47Al Waduud??????Yang Maha Mengasihi
48Al Majiid??????Yang Maha Mulia
49Al Baa`its??????Yang Maha Membangkitkan
50As Syahiid??????Yang Maha Menyaksikan
51Al Haqq????Yang Maha Benar
52Al Wakiil??????Yang Maha Memelihara
53Al Qawiyyu?????Yang Maha Kuat
54Al Matiin??????Yang Maha Kokoh
55Al Waliyy?????Yang Maha Melindungi
56Al Hamiid??????Yang Maha Terpuji
57Al Muhshii??????Yang Maha Mengkalkulasi
58Al Mubdi`??????Yang Maha Memulai
59Al Mu`iid??????Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60Al Muhyii??????Yang Maha Menghidupkan
61Al Mumiitu??????Yang Maha Mematikan
62Al Hayyu????Yang Maha Hidup
63Al Qayyuum??????Yang Maha Mandiri
64Al Waajid??????Yang Maha Penemu
65Al Maajid??????Yang Maha Mulia
66Al Wahiid??????Yang Maha Tunggal
67Al Ahad?????Yang Maha Esa
68As Shamad?????Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69Al Qaadir??????Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70Al Muqtadir???????Yang Maha Berkuasa
71Al Muqaddim??????Yang Maha Mendahulukan
72Al Mu`akkhir??????Yang Maha Mengakhirkan
73Al Awwal?????Yang Maha Awal
74Al Aakhir?????Yang Maha Akhir
75Az Zhaahir??????Yang Maha Nyata
76Al Baathin??????Yang Maha Ghaib
77Al Waali??????Yang Maha Memerintah
78Al Muta`aalii????????Yang Maha Tinggi
79Al Barri????Yang Maha Penderma
80At Tawwaab??????Yang Maha Penerima Tobat
81Al Muntaqim???????Yang Maha Pemberi Balasan
82Al Afuww?????Yang Maha Pemaaf
83Ar Ra`uuf??????Yang Maha Pengasuh
84Malikul Mulk???? ?????Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85Dzul Jalaali Wal Ikraam?? ?????? ? ???????Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86Al Muqsith??????Yang Maha Pemberi Keadilan
87Al Jamii`??????Yang Maha Mengumpulkan
88Al Ghaniyy?????Yang Maha Kaya
89Al Mughnii??????Yang Maha Pemberi Kekayaan
90Al Maani??????Yang Maha Mencegah
91Ad Dhaar?????Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92An Nafii`??????Yang Maha Memberi Manfaat
93An Nuur?????Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94Al Haadii??????Yang Maha Pemberi Petunjuk
95Al Baadii??????Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96Al Baaqii??????Yang Maha Kekal
97Al Waarits??????Yang Maha Pewaris
98Ar Rasyiid??????Yang Maha Pandai
99As Shabuur??????Yang Maha Sabar

Ada kepercayaan di sebagian kalangan tentang keutamaan (fadhilah) satu per satu nama-nama tersebut. Itu hanya karangan, tidak ada dalilnya, bahkan cenderung menjadi hal bid'ah (mengada-ada). Umat Islam diharuskan mengenali dan memahami sebagai bagian dari penguatan keimanan kepada Allah SWT, dan sering menyebutnya dalam doa. 

VIDEO ASMAUL HUSNA
  
  

Asmaul Husna Tambahan (Versi Lain)
Selain 99 Nama Asmaul Husna di atas, terdapat versi tambahan. Jumlah 99 adalah yang paling masyhur berdasarkan hadis shahih:

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama. Barangsiapa menghafal seluruhannya maka dia masuk surga" (HR Bukhari).

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, barangsiapa memeliharanya dia masuk syurga" (HR. Turmudzi dari Abu Hurairah).

Selain kedua riwayat di atas, Ibnu Majah meriwayatkan jumlah Asmaul-Husna sampai 114 nama. Al-Qurtubhy menyebutkan 117 nama. Imam Thabrani bahkan meriwayatkan Asmaul Husna sampai 130 nama.

Berikut ini nama-nama Asmaul Husna tambahan dari 99 nama di atas.

Tambahan Asma-Ul-Husna Menurut Versi Thabrani
1. ar-Raab = Maha Memelihara
2. al-Ilah = Tuhan
3. al-Hanan = Maha Kasih
4. al-Manan = Maha Pemberi Anugerah
5. al-Bari� = Maha Menjadikan
6. al-Qaimul Fard = Maha Berdiri Sendiri
7. al-Qadir = Maha Menentukan
8. al-Farad = Maha Sendiri
9. al-Mughits = Maha Membantu
10. ad-Da�im = Maha Kekal
11. al-Hamid = Maha Terpuji
12. al-Jamil = Maha Indah
13. as-Shadiq = Maha Benar
14. al-Muwalli = Maha Memimpin
15. an-Nashir = Maha Penolong
16. al-Qadim = Maha Dahulu
17. al-Witru = Maha Esa
18. al-Fathir = Maha Pencipta
19. al-Allam = Maha Mengetahui
20. al-Malik = Maha Raja
21. al-Ikram = Maha Mulia
22. al-Mudabbir = Maha Mengatur
23. al-Maalik = Maha Memiliki
24. as-Syakur = Maha Mensyukuri
25. ar-Rafi� = Maha Tinggi
26. Zul Thawil = Maha Mempunyai Kekuasaan
27. Zul Ma�arij = Maha Mempunyai Jenjang/ tahapan
28. Zul Fadhlil = Khalaq Maha Mempunyai Kelebihan Makhluk
29. al-Mun�im = Maha Pemberi Nikmat
30. al-Mutafadhal = Maha Utama
31. as-Sari� = Maha Cepat

Tambahan Asma-Ul-Husna versi Ibnu Hazmi 

1. al-Khafi = Maha Tersembunyi
2. al-Ghallab = Maha Menang
3. al-Musta�an = Maha Penolong

Tambahan Asma-Ul-Husna versi Ibnu Majah Dari Al-Araj 
1. al-Bari� = Maha Pemelihara
2. al-Rasyid = Maha Cendikiawan
3. al-Burhan = Maha Pembukti
4. as-Syadid = Maha Keras
5. al-Waqi = Maha Pemelihara
6. al-Qaim = Maha Berdidi
7. al-Hafiz = Maha Menjaga
8. an-Nazhir = Maha Melihat
9. as-Sami� = Maha Mendengar
10. al-Mu�thi = Maha Pemberi
11. al-Abad = Maha Abadi
12. al-Munir = Maha Menerangi
13. at-Taam = Maha Sempurna
14. al-Qadim = Maha Kekal
15. al-Witru = Maha Esa


Semoga kita dapat menghafal dan memahami arti Asmaul Husna, berdoa & berdzikir dengan nama-nama itu, dan Asmaul Husna kian menguatkan iman dan takwa kita. Amin...! Wallahu a'lam bish-shawabi. (http://www.risalahislam.com, dari berbagai sumber shahih).*

Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin (Bukan Hadits)

Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin (Bukan Hadits)
BANYAK sekali ustadz, penceramah, atau khotib Jumat yang menyampaikan hadits yang artinya "Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka... dst." Namun, jarang sekali yang membahas keshahihan hadits ini atau apakah ini benar-benar hadits?

Terjemahan hadits selangkapnya:
�Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.�
Kebanyakan khatib atau penceramah tidak menyebutkan derajat hadits ini. Berikut ini hasil kajian Dakwah Sunnah yang meneliti beberapa riwayat dari hadits ini.

1. Abu Nu�aim Al Ashbahani meriwayatkan di dalam kitab Hilyatul Auliya dari jalan Ibrahim bin Adham, dia berkata: telah sampai kabar kepadaku bahwa Al Hasan Al Bashri bermimpi bertemu Nabi ??? ???? ???? ???? . Dia berkata: �Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat.� Lalu Rasulullah menyebutkan hadits yang mirip dengan hadits di atas.

Sanad hadits ini lemah karena sanad antara Ibrahim bin Adham dan Al Hasan Al Bashri terputus karena Ibrahim menggunakan lafazh �telah sampai kabar kepadaku� (balaghani). Bentuk kalimat seperti ini tidak memberi faidah ittishal (bersambung sanad) sampai diketahui siapa yang mengabarkan kisah ini kepada Ibrahim.

2. Diriwayatkan di dalam kitab Musnad Al Firdaus, dari jalan Muhammad bin Sauqah dari Al Harist bin Abdillah Al A�war dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu �anhu secara marfu� (sampai kepada Rasulullah  ??? ???? ???? ???? ).

Sanad riwayat ini sangat lemah karena Al Harits bin Abdillah Al A�war adalah seorang pendusta.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ad Dailami sebagaimana disebutkan oleh As Sakhawi di dalam kitabnya Al Maqashidul Hasanah. Di sana beliau juga menerangkan tentang kelemahan hadits riwayat Ali bin Abi Thalib ini.

3. Abu Bakar Al Qurasyi meriwayatkan di dalam kitab Al Manamat Al Hasan bin Musa Al Khurasani dari seorang syekh dari Bani Sulaim, dia berkata: �Saya bermimpi bertemu Rasulullah. Lalu saya berkata: �Wahai Rasulullah bagaimana kabar anda?� Nabi menjawab: �Saya akan memberimu sebuah hadits.� Saya katakan: �Sampaikanlah hadits itu kepada saya.� Lalu Nabi menyampaikan hadits di atas.

Sanad hadits ini lemah karena identitas syekh Bani Sulaim itu tidak diketahui (majhul) sehingga tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.

4. Hadits ini juga disebutkan oleh Al Ghazali di Ihya �Ulumuddin dari Abdul Aziz bin Rawwad. Dia berkata: �Saya bermimpi bertemu Rasulullah. Saya berkata: �Wahai Rasulullah, berilah wasiat kepadaku.�

Al Hafizh Al �Iraqi di dalam takhrijnya terhadap Ihya �Ulumuddin berkata: �Saya tidak mengetahui hadits ini kecuali dari kisah mimpinya Abdul Aziz bin Rawwad, � dst � Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam kitab Az Zuhd.

Dari beberapa jalan riwayat hadits tersebut, tampak bagi kita akan kelemahan sanad-sanad hadits ini.

Selain itu, kisah-kisah ini merupakan mimpi tidur, bukan berupa hadits yang diucapkan langsung oleh Nabi saat beliau masih hidup. Oleh karena itu, tidak boleh dikatakan ucapan di atas sebagai sebuah hadits. Wallahu a'lam bish-shawab.*

sumber : http://www.risalahislam.com/2013/12/barangsiapa-yang-hari-ini-lebih-baik.html

Apa itu Salafi? Pengertian Salafi yang Sebenarnya

pengertian salafi
Salafi (Salaf, Salafiyah, Salafiyun) adalah sebutan bagi generasi pertama kaum Muslim, yakni para sahabat Nabi Muhammad Saw. Gerasi awal umat Islam ini dalam Al-Quran disebut "Assabiqunal Awwalun", yakni orang-orang yang paling awal berlomba-lomba dalam beriman-Islam.

�Orang�orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah � (QS. At Taubah 100)

Namun, entah kenapa Kamus Bahasa Indonesia mengartikan SALAF sebagai "sifat angkuh, sombong, dsb (pada seseorang atau golongan). KBBI menyebutkan makna kedua Salaf adalah "sesuatu atau orang yang terdahulu".

KBBI juga menyebutkan arti "salaf saleh" sebagai "ulama-ulama terdahulu yang saleh" dan "ulama salaf" sebagai (1) para ahli ilmu agama mulai dari para sahabat Nabi Muhammad Saw. sampai ke pengikut terdekat sesudahnya; (2) ulama yang mendasarkan pandangannya pada paham kemurnian ortodoks.

Pengertian Salaf yang Sebenarnya

Pengertian Salaf yang sebenarnya adalah orang-orang terdahulu, yakni generasi awal kaum Muslim pada masa sahabat dan dua generasi sesudahnya yang mengikuti cara hidup Islami mereka (tabi'in dan tabi'it ta'bi'in).

Salaf menurut para ulama adalah sahabat, tabi�in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dantabi�ut tabi�in (orang-orang yang mengikuti tabi�in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengansalafush shalih (orang-orang terdahulu yang shalih).

Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

�Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.� (HR. Ahmad, Ibnu Abi �Ashim, Bukhari dan Tirmidzi).

Kata Salafi berasal dari bahasa Arab, Salafa Yaslufu Salfan yang artinya "telah berlalu". Dari arti tersebut kita dapati kalimat Al-Qoum As-Sallaaf yaitu orang-orang yang terdahulu.

Salafi Generasi Terbaik Islam

Salafi, dengan demikian, adalah tiga generasi terbaik umat Muslim dan memberikan contoh bagaimana seharusnya Islam dilaksanakan dalam kehidupan.

Para sahabat digelar �khairu ummah�, sebaik-baik manusia. Mereka paling paham agama dan paling baik amalannya.

Salaf atau kelompok Salafi adalah mereka berkomitmen di atas Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw.

Istilah Salafi juga biasa dialamatkan kepada Ahlus Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah.

Kelompok Salafi, pasca generasi awal kaum Muslim itu, tidaklah dibatasi atau ditujukan kepada jamaah organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dan sebagainya.

Belakangan ini istilah Salafi bermanka negatif, ketika dikaitkan dengan kelompok Muslim tertentu yang "tegas" dalam menegakkan ajaran Islam. Umat Islam harus mencermati penyimpangan pengertian salafi ini, mengingat berbagai cara dilakukan kalangan kafir dan munafik untuk menenggelamkan Islam sebagai jalan hidup (way of line).

Di sisi lain, umat Islam yang dijuluki kelompok Salafi, sebaiknya juga mempraktikkan ajaran Islam yang santun, lembut, menentramkan, dan menebar kedamaian --rahmatan lil 'alamin. Jangan sampai gara-gara perilaku salah segelintir orang, malah membuat citra Salaf/Salafi menjadi buruk. Padahal, salafi adalah teladan umat Islam sepanjang masa. Wallahu a'lam bish-showaab. 

sumber : (www.risalahislam.com).*

Minggu, 15 Maret 2015

Gambaran Pedihnya Neraka dalam Al-Quran dan Sunnah

??? ???? ?????? ??????

Wahai saudaraku, semoga Allah subhanahu wata�ala senantiasa mencurahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita, ketahuilah�!!!, bahwa Al Jannah (surga) adalah tempat tinggal yang kekal, penuh dengan kenikmatan yang lezat yang tidak bisa dibandingkan dengan segala kenikmatan yang ada di dunia. Itulah negeri yang hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wata�ala.
Bagi yang tidak diizinkan memasukinya maka tiada tempat lagi baginya kecuali an naar (neraka). Suatu tempat tinggal yang penuh dengan kengerian yang tidak bisa digambarkan dengan kengerian di dunia. Sejelek-jeleknya tempat tinggal dan seburuk-buruknya tempat kembali.
Itulah tempat tinggal yang bakal dihuni oleh orang-orang yang tidak mau tunduk dan taat kepada Allah subhanahu wata�ala dan itulah tempat kembali bagi orang-orang yang enggan terhadap petunjuk Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam. Bicara tentang negeri akhirat merupakan topik yang seharusnya dijadikan headline (kajian utama) bagi orang-orang yang beriman tentang hari akhir. Suatu kajian yang akan melembutkan hati, menundukkan pandangan, meneteskan air mata dan meredam hawa nafsu. Menjadikan sedikit ketawa dan canda. Mengingatkan tentang ajal (maut) yang datang secara tiba-tiba. Tidak membedakan tua dan muda. Sudahkah kita siap mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan yang kita lakukan di hari kiamat kelak? Inilah sebuah pertanyaan yang besar. Sebuah pertanyaan yang mesti membutuhkan jawaban. Maka siapkanlah jawabannya sebelum nanti ditanya di hari kiamat kelak!!! Ya, Allah selamatkanlah kami dari pedihnya adzab neraka!!!
Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu �anhu, Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam bersabda:

????????? ??????? ???????? ???? ?????????? ??? ???????? ???????????? ???????? ?????????????? ????????. ???????: ????? ???????? ??? ??????? ??????? ? ?????: ???????? ?????????? ??????????.

�Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.� Para shahabat bertanya: �Apa yang engkau lihat ya Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam� Beliau shalallahu �alaihi wasallam menjawab: �Saya melihat Al Jannah dan An Naar.� (HR. Muslim Kitab Sholat no. 426)
Edisi kali ini akan menyajikan topik yang berkaitan dengan sifat-sifat An Naar. Dengan harapan dapat menambah rasa takut kita kepada Allah subhanahu wata�ala. Mendorong untuk berlomba-lomba memperbanyak amal kebajikan. Tiada benteng yang mampu menahan dahsyatnya api neraka melaikan benteng dari amal kebajikan.
Luas An Naar
An Naar (neraka) memiliki area yang amat luas yang daya tampungnya tidak akan penuh meskipun dimasuki oleh orang�orang durhaka sejak zaman Nabi Adam sampai hari kiamat. Allah subhanahu wata�ala berfirman (artinya): �Pada hari itu Kami bertanya kepada Jahannam: �Apakah kamu sudah penuh?� Jahannam menjawab: �Masihkah ada tambahan?� (Qoof: 30)
Ayat di atas menggambarkan betapa luas dan besarnya Jahannam itu. Meskipun Jahannam dilempari dari seluruh jin dan manusia (yang durhaka) dari masa nabi Adam sampai hari kiamat nanti, namun belum bisa memenuhinya.
Kedalaman An Naar
Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam menggambarkan tentang dalamnya An Naar dalam sebuah hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu �anhu, beliau berkata: �Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam, tiba-tiba kami mendengar sesuatu yang jatuh, lalu beliau bersabda: �Tahukah kalian apakah itu?� Kami (para shahabat) menjawab: �Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.� Kemudian beliau shalallahu �alaihi wasallam bersabda:
????? ?????? ?????? ???? ??? ???????? ?????? ????????? ???????? ?????? ??????? ??? ???????? ????? ?????? ???????? ????? ?????????.
�Ini adalah sebuah batu yang dilemparkan dari atas An Naar sejak tujuh puluh tahun yang lalu, sekarang batu itu baru sampai di dasarnya.� (HR. Muslim no. 2844)
Masyaa Allah, betapa dalamnya An Naar!?!, sebuah batu yang dilemparkan dari tepi jurang/bibir An Naar, baru sampai ke dasarnya setelah 70 puluh tahun lamanya. Maka, jarak kedalaman An Naar itu hanya Allah subhanahu wata�ala lah yang tahu.
Pintu Jahannam
An Naar memiliki 7 pintu yang akan dilewati dari pintu-pintu tersebut oleh para penghuni neraka sesuai dengan kadar dosa dan maksiat yang mereka lakukan di dunia. Allah subhanahu wata�ala berfirman (artinya): �Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengekor-pengekor setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.� (Al Hijr: 43-44)
Belenggu An Naar
Allah subhanahu wata�ala juga menyediakan belenggu-belenggu yang sangat berat dan menyiksa. Sehingga para penghuni An Naar itu tidak bisa lari dan berkutik. Siap merasakan hukuman dan siksaan. Allah berfirman (artinya): �Karena sesungguhnya pada sisi kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.� (Al Muzammil: 12)
�Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.� (Ibrahim : 49)
Penjaga An Naar
Allah subhanahu wata�ala juga telah menyiapkan algojo yang siap mengawasi dan menyiksa para penghuni An Naar. Allah memilih algojo (penjaga) itu dari kalangan malaikat. Allah berfirman (artinya):
�Dan tiada Kami jadikan penjaga An Naar melainkan dari malaikat.� (Al Mudatstsir: 31)
Panas An Naar
Para pembaca yang semoga Allah subhanahu wata�ala tetap melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, bahwa An Naar (neraka) itu adalah suatu tempat tinggal yang memiliki daya panas yang dahsyat. Kadar terpanas yang ada di dunia itu belum seberapa dibanding dengan panasnya api neraka. Allah berfirman (artinya):
�Maka, Kami akan memperingatkan kamu dengan An Naar yang menyala-nyala.� (Al Lail : 14)
Bagaimana gambaran dahsyatnya api neraka yang telah Allah subhanahu wata�ala sediakan itu? Hal itu telah digambarkan oleh Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam dalam sebuah hadist yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu �anhu:
�(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam.� Para sahabat bertanya: �Demi Allah, apakah itu sudah cukup wahai Rasulullah shalallahu �alaihi wasallam� Beliau shalallahu �alaihi wasallam bersabda: �(Belum), sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh kali lipat.� (HR. Muslim no. 2843)
Api neraka itu juga melontarkan bunga-bunga api. Seberapa besar dan bagaimana warna bunga api tersebut? Allah subhanahu wata�ala telah gambarkan hal tersebut dalam surat Al Mursalat: 32-33 (artinya): �Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. Seolah-olah seperti iringan unta yang kuning.�
Berkata Asy Syaikh As Sa�di dalam tafsir ayat ini: �Sesungguhnya api neraka itu hitam mengerikan dan sangat panas.� (Lihat Taisirul Karimir Rahman)
Bagaimana dengan suara api neraka itu? Allah subhanahu wata�ala berfirman (artinya):
�Apabila An Naar melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara yang menyala-nyala.� (Al Furqon : 12)
Berkata As Sa�di dalam tafsirnya: �Sebelum orang-orang penghuni sampai ke An Naar, dari jauh mereka sudah mendengar kengerian suaranya yang menggoncangkan dan menyempitkan hati, hampir-hampir seorang dari mereka mati karena ketakutan dengan suaranya. Sungguh api neraka itu murka kepada mereka karena kemurkaan Allah. Dan semakin bertambah murkanya disebabkan semakin besar kekufuran dan kedurhakaan mereka kepada Allah. (Lihat Taisirul Karimir Rahman)
Lalu dari bahan bakar apakah yang dengannya Allah subhanahu wata�ala menjadikan api neraka itu dahsyat dan bersuara yang mengerikan? Ketahuilah, untuk menunjukkan semakin ngerinya dan pedihnya siksaan di neraka, maka Allah subhanahu wata�ala jadikan bahan bakar api neraka itu dari manusia dan batu. Allah subhanahu wata�ala berfirman (artinya): �Jagalah dirimu dari (lahapan api) neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.� (Al Baqarah: 24)
Makanan Dan Minuman Penghui An Naar
Apakah para penghuni jahannam juga mendapatkan hidangan makan dan minuman? Ya, tapi tidak seperti penjara di dunia yang masih menaruh belas kasih. Penjara di akhirat itu adalah tempat siksaan diatas siksaan dan kepedihan diatas kepedihan. Makanan dan minuman yang dihidangkan pun sebagai bentuk adzab dan siksaan.
a. Makanan Yang Berduri
Allah berfirman (artinya):
�Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.� (Al Ghasiyah: 6-7)
�Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.� Al Muzammil: 13
Ibnu Abbas radhiallahu �anhuma menjelaskan tentang ayat diatas: Bahwa �makanan yang menyumbat di kerongkongan� itu adalah duri yang nyangkut di kerongkongan yang tidak bisa masuk dan tidak pula keluar. Sehingga makanan itu hanya akan menambah kepedihan dan kesengsaraan.
b. Pohon Zaqqum
Allah subhanahu wata�ala berfirman (artinya):
�Sesungguhnya kalian wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, kalian benar-benar akan memakan pohon zaqqum. Dan kalian akan memenuhi perutmu dengannya.� (Al Waqi�ah: 51-53)
Apakah pohon zaqquum itu? Apakah pohon itu enak lagi lezat? Tentu tidak, justru pohon itu hanya akan menambah kepedihan dan kesengsaraan pula.
Allah subhanahu wata�ala mensifati lebih lanjut tentang pohon zaqqum dalam ayat lainnya (artinya): �Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu. Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum tersebut.� (Ash Shaffat : 64-66)
Tatkala para penghuni neraka haus karena terbakar. Maka Allah subhanahu wata�ala sudah siapkan hidangan minuman bagi mereka yang akan menambah pedih siksaan mereka. Minuman berupa nanah dan air panas yang dapat memotong usus-usus mereka. Allah berfirman (artinya): �Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas..� (Ash Shaffat: 67-68)
�� dan mereka diberi minuman air yang mendidih sehingga memotong usus-usus mereka.� (Muhammad: 15)
�Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah.� An Naba� : 24-25
Pakaian Penghuni An Naar
Mereka juga akan dikenakan pakaian. Tentu pakaian itu tidak dibuat untuk kenyamanan. Justru pakaian itu sengaja disiapkan untuk menambah kesengsaraan bagi para penghuni nereka. Allah subhanahu wata�ala berfirman (artinya):
�Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.� (Ibrahim : 50)
�Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka�,� (Al Haj : 19)
Tempat Tidur Penghuni An Naar
Demikian juga mereka telah disiapkan tempat tidur dan selimut. Yang sengaja dibuat untuk menambah kepedihan adzab bagi mereka. Allah subhanahu wata�ala berfirman: �Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim.� (Al A�raf: 41)
Pembaca yang dimuliakan Allah, setelah kita mengetahui kengerian dahsyatnya adzab neraka, maka banyak-banyaklah kita berdo�a, bertaubat dan beramal shalih. Karena Allah dengan rahmat-Nya hanya akan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa kepada-Nya dan takut dari adzab neraka. Yatiu dengan melaksakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi laranga-larangan-Nya. Ya Allah, tunjukilah kami ke dalam jalan-Mu yang lurus yang menghantarkan ke dalam Al Jannah (surga) dan jauhkanlah kami dari jalan-jalan yang menghantarkan ke dalam api neraka.!!! Amiin, Ya Rabbal alamiin.

Rabu, 04 Maret 2015

Cara Agar Gaji tidak cepat habis

Bagi karyawan menjelang akhir bulan menjadi momen yang membahagiakan karena akan segera mendapatkan gaji dari hasil kerja keras mereka. Menerima gaji menjadi momen yang paling ditunggu bagi karyawan pada akhir bulan.
Banyak karyawan yang sudah merencanakan penggunaan gaji mereka bahkan sebelum waktunya. Ada karyawan yang segera membayar utang, ada juga karyawan yang ingin segera membelikan pakaian baru untuk suami atau istri mereka.
Setiap karyawan pastinya mempunyai rencana masing � masing untuk menghabiskan gaji yang telah diterima. Tetapi masalahnya adalah banyak dari Anda yang menghabiskan gaji sebelum waktunya, misalnya pada tengah bulan. Pengelolaan dan perencanaan yang kurang baik menjadi alasan utama masalah ini timbul. Oleh karena itu dibawah ini beberapa tips untuk membantu mengelola gaji Anda :
  1. Bagi-bagi
Bukan artinya Anda membagi-bagikan gaji Anda ke orang-orang. Namun, disini adalah, apabila Anda sudah mendapatkan gaji, bagilah pendapatan menjadi beberapa bagian seperti bagian utang, bagian kehidupan sehari � hari, bagian tabungan, bagian sosial, dan beberapa bagian sesuai kebutuhan Anda. Tentukan presentase dari setiap bagian misalnya bagian utang 30 persen, bagian kebutuhan sehari � hari 40 persen, sisanya bagian tabungan 30 persen.
  1. Mana yang prioritas?
Setelah Anda membagi pendapatan Anda menjadi bagian � bagian tertentu, maka Anda perlu memprioritaskan bagian mana yang menjadi prioritas. Misalnya Anda perlu memprioritaskan membayar cicilan hutang terlebih dahulu seperti cicilan kredit. Kemudian, prioritas kedua biasanya pada bagian kebutuhan sehari-hari seperti tagihan listrik, air, internet dan lainnya.
  1. Pisahkan tabungan
Apabila telah memiliki rencana untuk menabung, sebaiknya Anda memisahkan rekening tabungan dengan rekening sehari-hari. Maksudnya agar Anda lebih mudah mengontrol tabungan dan tidak terpakai uang yang ada disitu. Carilah tabungan dengan biaya administrasi rendah. Selain itu, pisahkan atm tabungan ini dari dompet agar Anda tidak dengan mudah menggunakan tabungan. (Baca juga: Kapan Waktu Tepat Membeli Rumah?)
  1. Siapkan cadangan
Kejadian tidak terduga bisa terjadi kapan saja. Misalnya Anda sakit atau keluarga Anda membutuhkan uang mendadak. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu menyiapkan dana cadangan dalam tabungan. Dana cadangan biasanya berkisar antara 10 hingga 15 persen sesuai dengan pendapatan yang Anda miliki. (Baca juga: Berapa Pinjaman Anda? Gunakan Kalkulator Simulasi Kredit Bank untuk Hitung CIcilannya)
  1. Sosial dan investasi

Anda sudah melaksanakan keempat tips sebelumnya, jangan lupa untuk mengalokasikan sedikit dana untuk tujuan sosial seperti membantu orang sakit, membantu kegiatan keagamaan, sumbangan untuk bencana alam. Ingat, semakin banyak Anda memberi maka rezeki Anda akan semakin lancar.
Ya, Anda boleh percaya atau tidak dengan pepatah itu. Namun, setidaknya kegiatan sosial itu positif. Selain itu, apabila Anda masih memiliki uang lebih dari gaji, maka sudah saatnya investasikan uang Anda agar semakin bertambah melalui saluran investasi seperti reksadana, deposito, atau unit-link. Anda tinggal menyesuaikan investasi Anda dengan karakteristik Anda.
Dengan mempraktekkan kelima tips ini maka Anda bisa mengelola keuangan Anda dengan lebih baik. Hal paling penting dalam mengelola keuangan adalah kedisplinan. Walaupun Anda sudah merencanakan keuangan Anda, tetapi tanpa disiplin yang baik maka neraca keuangan Anda akan selalu bermasalah. Apabila Anda tertarik mendapatkan tips � tips finansial lainnya maka Anda bisa klik di sini. 

Surat Al Falaq dan Artinya

?????? ??????? ???????????? ?????????? ???? ??????? ??????? ?????????
??? ????? ??? ??????
????? ????? ??????? ????? ??????
????? ????? ?????????????? ??? ?????????
????? ????? ??????? ????? ??????

Artinya:
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".